Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH DEBU VULKANIK TERHADAP INTENSITAS CURAH HUJAN ( Studi Kasus Gunung Merapi Tanggal 3 12 November 2010 )
ABSTRAK
Erupsi gunung berapi merupakan bencana alam yang dapat memberi
pengaruh besar terhadap perubahan alam dan lingkungan, termasuk juga
atmosfer. Erupsi vulkanik mengeluarkan debu vulkanik yang dapat berperan
sebagai aerosol di udara. Salah satu dampak terbesar yang dirasakan oleh dunia
adalah adanya tahun tanpa musim panas pasca letusan dahsyat Gunung Tambora
pada tahun 1815, namun di sisi lain dampak yang berbeda justru dirasakan pasca
erupsi Gunung Galunggung ( 1983 ) dan Gunung Pinnatubo (1991) yaitu
terjadinya kekeringan yang berkepanjangan. Dalam tulisan ini akan
menguraikan analisis kondisi cuaca khususnya terhadap intensitas curah hujan
pasca erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Letusan Merapi memang tidak
sebesar letusan Tambora maupun Pinnatubo sehingga kemungkinan hanya
berpengaruh dalam skala lokal dan tidak berpengaruh terhadap kondisi iklim
dunia secara Global.
Dalam tulisan ini dilakukan penelitian terhadap 8 titik di wilayah
Kabupaten Jawa Tengah dengan rentang waktu penelitian selama 10 hari. Secara
umum kondisi atmosfer dilihat dari pola angin, medan tekanan, nilai OLR dan
suhu muka laut mendukung terhadap pertumbuhan awan dan hujan. Dengan
menganalisa nilai RH, vortisitas serta divergensi dapat diketahui kondisi
lokalnya. Data hujan harian menunjukkan bahwa pada bulan November 2010
rata-rata di wilayah Jawa Tengah terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai
sedang. Namun pasca erupsi Merapi terjadi kondisi hujan dengan intensitas lebat
di sejumlah titik. Hujan terlebat terjadi di Banjarnegara dengan intensitas 127
mm serta nilai vortisitas dan divergensinya sebesar -8.20x10-6 s-1 dan -6.20x10-6
s-1 Dilihat dari kandungan kimia air hujannya terdapat peningkatan jumlah SO4
dan keasaman air hujan.
Dari analisis kondisi umum atmosfer dan kondisi lokalnya dapat
disimpulkan debu vulkanik Gunung Merapi berperan menambah jumlah curah
hujan di sejumlah kawasan di Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan kondisi
atmosfer pada saat itu mendukung terjadinya pembentukan awan dan hujan
ditambah dengan suntikan aerosol sebagai inti kondensasi dalam jumlah besar.
| 20121125.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain