Tugas Akhir
ESTIMASI CURAH HUJAN DENGAN DATA SATELIT MENGGUNAKAN METODE AUTO ESTIMATOR
ABSTRAK
Satelit cuaca merupakan alat berteknologi tinggi yang berfungsi untuk memantau dan memotret gejala perilaku cuaca yang terjadi di permukaan bumi secara real time. Salah satu data citra satelit cuaca yang digunakan oleh BMKG sampai saat ini yaitu data citra dari satelit cuaca MTSAT. Salah satu parameter cuaca yang dapat teramati oleh satelit cuaca ini adalah awan, yakni suhu puncak awan. Pengamatan awan dari satelit dapat digunakan untuk menafsirkan keadaan cuaca pada suatu wilayah, termasuk penafsiran (estimasi) hujan di wilayah tersebut. Dalam penelitian ini penulis membuat estimasi curah hujan berdasarkan suhu puncak awan yang diperoleh dari data citra satelit MTSAT channel IR-1 dengan metode Auto Estimator. Kemudian menguji keakuratan estimasi curah hujan hasil estimasi dengan metode Auto Estimator dan membandingkan antara curah hujan estimasi dari hasil estimasi dengan curah hujan aktualnya menggunakan data selama satu tahun yaitu tahun 2011 dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wil-IV Makassar, Stasiun Meteorologi Maritim Paotere, Stasiun Meteorologi Hasanudin dan Stasiun Klimatologi Maros. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa satelit cuaca MTSAT baik digunakan untuk memantau data suhu puncak awan secara kontinyu. Perbandingan antara curah hujan hasil estimasi dengan curah hujan aktualnya di wilayah Makassar umumnya bernilai positif yang berarti rata-rata curah hujan hasil estimasi lebih besar daripada aktualnya.Tingkat akurasi estimasi dilihat dari rata-rata besar kesalahan estimasi Makassar tahun 2011 umumnya masih sangat rendah. Pada bulan oktober – mei 2011 memiliki nilai kesalahan yang sangat besar, namun pada bulan juni – september memiliki nilai kesalahan yang relatif kecil.
Kata kunci : MTSAT, Curah Hujan, Suhu Puncak Awan, Metode Auto Estimator
| 20121081.1 | 551 TAH e | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain