Tugas Akhir
PREDIKSI FREKUENSI BADAI GUNTUR BERDASARKAN SUHU, KELEMBABAN UDARA, DAN KECEPATAN ANGIN DI NABIRE
ABSTRAK
Fenomena cuaca di atmosfer merupakan salah satu hal yang
menarik untuk di bahas, menjadi sorotan penting terlebih bagi keselamatan
dunia penerbangan. Salah satu fenomena cuaca yang terjadi adalah badai
guntur (thunderstorm) yang sangat berkaitan erat dengan perkembangan
awan - awan konvektif khususnya awan Cumulonimbus di Stasiun
Meteorologi Nabire, Papua yang dipengaruhi oleh unsur – unsur cuaca
seperti suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin.
Berdasarkan pengolahan data yang ada dengan menggunakan
metode regresi linier berganda juga melihat nilai korelasinya serta analisa
grafik, diperoleh seberapa jauh hubungan kedekatan antara ketiga unsur
cuaca tersebut terhadap frekuensi kejadian badai guntur.
Hasil observasi menunjukan bahwa frekuensi kejadian badai
guntur terbanyak rata – rata untuk kurun waktu 4 (empat) tahun yakni 2007
– 2010 terjadi pada bulan Oktober dan paling sedikit terjadi pada bulan
Juli. Selain itu pengaruh faktor topografi wilayah Nabire juga memegang
peranan penting terhadap proses perkembangan frekuensi badai guntur
khususnya di Stasiun Meteorologi Nabire.
| 20121079.1 | 551 RUM p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain