Tugas Akhir
ANALISIS ANGIN PERMUKAAN DAN CROSSWIND DI LANDASAN BANDARA SOEDJARWO CONRONEGORO SERUI PAPUA
ABSTRAK
Tahap lepas landas dan mendarat merupakan tahapan yang paling rentan terhadap keselamatan operasi penerbangan. Kondisi angin yang ideal bagi proses lepas landas dan mendarat yaitu kondisi angin yang searah dengan orientasi landasan pacu. Arah angin yang tegak lurus terhadap landasan disebut “crosswind”. Kondisi ini bisa mengganggu kestabilan pesawat dalam lepas landas dan mendarat. Dari pengamatan selama PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Stasiun Meteorologi Serui, ditemukan cukup banyak kejadian crosswind terjadi di landasan pacu pada jam-jam aktif penerbangan. Oleh karena itu informasi angin dominan dan frekuensi crosswind di landasan menjadi sangat penting untuk diteliti. Dalam penelitian ini digunakan data angin tiap jam pada tahun 2007 dan 2010. Metode yang digunakan adalah dengan menguraikan komponen U dan V dari arah dan kecepatan angin tiap jam. Untuk mengetahui arah angin dominan dan orientasi arah crosswind untuk landasan pacu yang orientasinya 360
dan 180
data angin akan dipresentasikan dengan menggunakan software windrose. Sedangkan untuk mengetahui frekuensi crosswind dilakukan dengan menghitung komponen U > 10 knot (sesuai ketentuan ICAO). Hasil penelitian menunjukkan angin dominan di Serui dipengaruhi angin pasat timur laut dan faktor lokal angin laut barat daya hingga barat. Kejadian crosswind (U>10 knot) banyak terjadi pada siang hari 5%–10% dan frekuensi crosswind terbanyak 10%-12% adalah pada bulan Maret dan september .
| 20121075.1 | 551 IRY a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain