Tugas Akhir
SIMULASI KEJADIAN CURAH HUJAN EKSTRIM MENGGUNAKAN MODEL WRF EMS
ABSTRAK
Pada awalnya pemodelan cuaca dikembangkan sebagai bahan penelitian,
namun sekarang telah dikembangkan secara luas untuk prakiraan cuaca jangka
pendek maupun jangka panjang. Secara umum penelitian masih dilakukan dalam
skala meso dan belum mencapai skala lokal dan hasilnya kurang memuaskan.
Untuk hal itu diperlukan kajian apakah model bisa melihat terjadinya cuaca
ekstrem yang menyebabkan musibah bagi manusia seperti halnya kejadian banjir
yang melanda Mataram pada tanggal 10 Januari 2009, sehingga suatu model
layak digunakan untuk prakiraan.
Weather Research and Forecasting Environmental Modelling System (WRF
EMS) merupakan salah satu model yang memenuhi kaidah Numerical Weather
Prediction (NWP) dan telah mengintegrasikan proses dari awal hingga akhir
secara mudah bagi penggunanya. Hasil keluaran model dari data FNL 1.0o yang
telah di downscaling menjadi resolusi 15 km dan 5 km pada simulasi kejadian
kejadian curah hujan ekstrim, dibandingkan dengan data observasi untuk melihat
pola sebaran hujan. Kesamaan pola dilanjutkan dengan melihat perbedaan nilai
koreksi antara observasi dan model. Perbedaan antara koordinat titik observasi
dan titik grid model mengharuskan mencari nilai titik observasi pada titik grid
model dengan interpolasi metode IDW.
Hasil model resolusi 15 km menunjukan kesamaan pola sebaran hujan.
Secara khusus hasil model pada tanggal simulasi kejadian cukup layak untuk
digunakan walaupun secara umum pada nilai koreksi tidak terlihat adanya
konsistensi.
| 20121016.1 | 551 HAR s | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain