Tugas Akhir
KAITAN KELEMBABAN UDARA PADA LAPISAN 850 mb DAN BEDA SUHU UDARA PERMUKAAN TERHADAP FREKUENSI PERTUMBUHAN AWAN CUMULONIMBUS DI STASIUN METEOROLOGI POLONIA
ABSTRAK
Awan Cumulonimbus adalah awan yang sangat padat dengan perkembangan vertikal yang tinggi dengan bentuk menyerupai gunung atau menara-menara raksaksa. Pertumbuhannya terjadi apabila dari 3 unsur utama yaitu adanya inti kondensasi, adanya uap air, dan adanya daya yang mengangkat uap air dari inti kondensasi tersebut. Kelembaban udara dan Suhu udara permukaan juga termasuk unsur pembentukan awan Cumulonimbus, sehingga keberadaan awan Cumulonimbus harus diwaspadai di penerbangan Dalam penulisan ini, penulis menganalisis kaitan kelembaban udarapada lapisan 850 mb dan beda suhu udara permukaan terhadap frekuensi pertumbuhan awan Cumulonimbus pada bulan Februari hingga April 2011 dengan menggunakan metode statistik regresi linier berganda agar mengetahui nilai frekuensi terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus di Bandara Polonia Medan. Hasil perhitungan Regresi menunjukkan bahwa RH 850 mb dan beda suhu udara permukaan pada jam 00.00 UTC mempunyai hubungan cukup kuat dengan nilai korelasi +0.46, sedangkan pada jam 12.00 UTC mempunyai hubungan rendah dengan nilai korelasi +0.22. Nilai-nilai korelasi tersebut menyatakan bahwa data jam 00.00 UTC cukup mempengaruhi frekuensi pertumbuhan awan Cumulonimbus.
| 20121008.1 | 551 DOL k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain