Buku
ANALISA ANGIN SILANG (CROSS WIND) DI BANDARA JUWATA TARAKAN PERIODE 2008 – 2011
ABSTRAK
Teknologi penerbangan semakin maju seiring perkembangan zaman. Namun
karena frekuensi penerbangan semakin meningkat, kecelakaan pesawat terbang
tetap mempunyai kemungkinan yang tinggi. Kecelakaan pesawat terbang banyak
terjadi pada saat lepas landas (take off) dan mendarat (landing). Salah satu faktor
penting yang perlu diperhatikan terkait keselamatan penerbangan adalah informasi
angin di landasan.
Frekuensi dan persentase terjadinya angin silang (cross wind) di bandara
Juwata Tarakan dapat dihitung dengan mencari nilai komponen angin berdasarkan
data arah dan kecepatan angin permukaan yang diperoleh dari stasiun meteorologi
Juwata Tarakan.
Berdasarkan hasil analisis, persentase terjadinya angin silang (cross wind)
dari komponen angin utara-selatan periode 2008-2011 sebesar 0,0672% pada
bulan Juli, 0,10416% pada bulan September, 0,0672% pada bulan desember, dan
0% pada bulan lainnya. Sedangkan persentase angin silang (cross wind)
menggunakan komponen angin timur-barat periode 2008-2011 sebesar 0,06944%
pada bulan april, 0,03472% pada bulan juni, 0,0336% pada bulan juli, 0,0694%
pada bulan september, dan 0,0336% pada bulan oktober.
Persentase terjadinya angin silang (cross wind) masih sangat kecil untuk
periode siang hari ataupun malam hari sehingga aman untuk keperluan
penerbangan.
| 20121001.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain