Buku
Dasar-Dasar Hidrologi Terapan
Perkembangan suatu wilayah menyebabkan pergantian fungsi lahan dari lahan berjenis tembus air (pervious area) atau lahan terbuka hijau menjadi lahan kedap air atau tidak tembus air (impervious area) mengakibatkan keseimbangan air pada salah satu proses hidrologi menjadi terganggu, sebagai contoh curah hujan tinggi dan jatuh ke suatu kawasan DAS yang memiliki wilayah kedap air yang tinggi maka jumlah air limpasan lebih besar daripada volume air yang terinfiltasi masuk ke tanah. Hal ini tentunya berdampak negatif yaitu permasalahan banjir yang akan terjadi. Untuk mempertahankan siklus hidrologis pada wilayah tersebut diterapkan komponen komponen pendukung seperti teknologi pemanenan air hujan maupun teknologi lainnya yang mampu menginfiltrasi air hujan seperti sumur resapan, fasilitas bioretensi, teknologi biopori, dan sebagainya. Konsep berkelanjutan bukan berarti tidak ada pembangunan sama sekali dalam suatu wilayah melainkan tetap memikirkan keberlangsungan fungsi hidrologis yang bekerja ada wilayah tersebut. Dalam buku ini mengupas analisis hidrologi dalam konsep berkelanjutan lebih menekankan pada suatu upaya atau mitigasi mengurangi dampak negatif akibat dari perubahan yang terjadi.
| B0002636.1 | 551.48 TAL d | My Library (Rak Hidrologi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain