Skripsi
Analisis Kekeringan saat Severity Kekeringan Maksimum Menggunakan Standardized Precipitation Index (SPI) Tiga Bulanan dan Pengaruhnya terhadap Ketersediaan Air Tanah pada Lahan Padi di Provinsi Sumatera Selatan
Kekeringan merupakan suatu kejadian alam yang sangat berpengaruh terhadap ketersediaan cadangan air dalam tanah, baik yang diperlukan untuk kepentingan pertanian maupun untuk kebutuhan manusia. Curah hujan dan ketersediaan air tanah merupakan dua faktor utama yang saling berkaitan dalam memenuhi kebutuhan air tanaman. Oleh karena itu, diperlukan informasi spasial dan temporal mengenai keterpaparan kekeringan dan pengaruhnya terhadap ketersediaan air tanah untuk lahan padi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan selama 10 tahun periode 2008 - 2017 dari 28 Pos Hujan Sumatera Selatan dan dua Stasiun BMKG. Perhitungan ketersediaan air tanah lahan padi menggunakan 9 stasiun/ pos hujan terpilih yang terdekat dengan sentra sawah di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Data suhu udara untuk pos hujan diperoleh melalui pendugaan menggunakan rumus Braak dengan Stasiun Klimatologi Kenten sebagai stasiun referensi. Metode yang digunakan untuk mengetahui exposure kekeringan yaitu SPI 3 bulanan dan untuk menentukan kekeringan air tanah lahan padi adalah analisis neraca air lahan Thornwaithe and Matter saat severity kekeringan maksimum. Provinsi Sumatera Selatan memiliki durasi kejadian kekeringan selama 10-15 bulan. Lamanya severity kekeringan maksimum indeks SPI 3 bulanan secara umum berkisar 4-7 bulan dengan intensitas yang memiliki rentang -1.5 hingga -1.96. Kekeringan saat severity kekeringan maksimum mempengaruhi ketersediaan air tanah lahan padi. Severity kekeringan maksimum di setiap perwakilan stasiun/pos hujan terjadi saat fenomena elnino yang berlangsung secara umum pada pertengahan tahun 2015 hingga awal tahun 2016. Sebagian besar wilayah pos hujan terpilih memiliki persentase ketersediaan air tanah kurang dari 10% dan termasuk dalam kategori sangat kurang pada saat severity kekeringan maksimum
| 201953005.1 | K 005 ASR a | My Library (RAK SKRIPSI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain