Skripsi
ANALISIS PENGARUH DAN KECENDERUNGAN COOLING DEGREE-DAYS (CDD) TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN BIAYA LISTRIK UNTUK SISTEM PENDINGINAN AIR CONDITIONER (AC) DI JAKARTA DAN SEKITARNYA TAHUN 1994‒2018
Peningkatan suhu udara dapat menyebabkan peningkatan permintaan energi pada sistem pendinginan Air Conditioner (AC). Metode Cooling Degree-Days (CDD) merupakan metode sederhana untuk menganalisis konsumsi energi listrik untuk AC yang berhubungan dengan kondisi cuaca yaitu suhu udara. Jakarta dan sekitarnya sebagai wilayah dengan permintaan energi listrik yang tinggi di Indonesia memerlukan evaluasi penggunaan energi sebagai bentuk upaya efisiensi energi di masa mendatang. Nilai CDD memerlukan data suhu udara rata-rata harian yang dihitung dengan empat base temperature (Tb) yaitu 18°C, 20°C, 22°C, dan 24°C serta digunakan sebagai masukan dalam menghitung energi dan biaya listrik Data tersebut diperoleh dari laporan FKlim 71 periode tahun 1994‒2018 di delapan stasiun Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Perhitungan energi dan biaya listrik untuk AC diasumsikan dipasang selama 24 jam dalam sehari pada bangunan dengan dinding tanpa insulasi dengan dasar perhitungan tarif dasar listrik periode waktu terakhir yaitu tahun 2018 sebesar Rp 1.467,28 per kilowatt-jam (kWh).
Nilai CDD sebanding dengan energi dan biaya listrik untuk AC dan menunjukkan nilai rata-rata bulanan terendah di bulan Februari dan tertinggi di Oktober. Nilai rata-rata musiman CDD, energi, dan biaya listrik untuk AC menunjukkan nilai terendah di Desember-Januari-Februari (DJF) dan tertinggi di September-Oktober-November (SON) serta nilai tahunan terendah terjadi pada tahun 1994 dan tertinggi pada tahun 1998. Peningkatan nilai Tb akan menurunkan nilai CDD sehingga terjadi penurunan permintaan energi dan biaya listrik untuk AC. Kondisi tersebut menyebabkan nilai efisiensinya meningkat dan menunjukkan peningkatan 5‒10% nilai efisiensi energi dan biaya listrik untuk AC pada nilai Tb yang lebih tinggi sekitar 2°C. Kondisi suhu udara yang lebih rendah di Stasiun Meteorologi Citeko menyebabkan nilai CDD, energi, dan biaya listrik untuk AC terendah dari delapan titik dan tertinggi terjadi di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok yang merupakan lokasi dengan suhu udara tertinggi. Rata-rata biaya listrik tahunan untuk AC dengan Tb=24°C di wilayah Tanjung Priok sebesar Rp 64.947,00/m2 dengan nilai efisiensi 57,4% dan rata-rata biaya listrik tahunan di wilayah Citeko sebesar Rp 147,00/m2 dengan nilai efisiensi 99,7%.
| 201953019.1 | K 019 RIZ a | My Library (Rak Skripsi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain