Skripsi
ANALISIS CURAH HUJAN DAN CROSS EQUATOR FLOW DI KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT DI LAUT CINA SELATAN, ANGIN ZONAL, DAN ANGIN MERIDIONAL
Ketapang, Paloh, dan Siantan merupakan wilayah yang memiliki curah hujan ekuatorial. Hal ini berarti curah hujan di ketiga wilayah tersebut memiliki dua puncak maksimum dan hampir sepanjang tahun masuk dalam kriteria musim hujan. Keriga wilayah tersebut juga terletak di ekuator dan dekat dengan Laut Cina Selatan dimana sering terdapat angin yang seragam arahnya yang melewati ekuator atau dapat dikatakan terdapat aliran lintas khatulistiwa (Cross equatorial flow), adanya aliran ini pada bulan-bulan DJF menyebabkan banyaknya curah hujan di wilayah Indonesia. Selain itu curah hujan di hampir seluruh wilayah indonesia di pengaruhi oleh Suhu Permukaan Laut yang berperan dalam mensuplai uap air hasil penguapan sebagai pembentuk awan hujan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui pola Komponen Angin zonal dan meridional di wilayah yang di tentukan yang dapat mempengaruhi intensitas curah hujan di wilayah Ketapang, Paloh dan Siantan. Data komponen angin zonal dan meridional pada bulan DJF digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Cross Equatorial Flow terhadap curah hujan di ketiga wilayah (Ketapang, Paloh dan Siantan), Selain itu analisis juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Suhu Permukaan Laut di wilayah yang sudah ditentukan terhadap kejadian hujan di wilayah Ketapang,Paloh dan Siantan. Hasil menunjukkan bahwa komponen zonal wilayah penelitian dominan baratan pada Januari hingga April dan November hingga Desember, sedangkan dominan timuran pada Mei hingga Oktober. Komponen meridional wilayah penelitian dominan utara pada Januari hingga Maret dan Desember, sedangkan dominan selatan pada April hingga November. Cross Equatorial Flow ternyata memiliki pengaruh terhadap kejadian hujan di wilayah Ketapang, Paloh, dan Siantan. Selain itu pada saat Suhu Permukaan Laut semakin panas maka kejadian curah hujan semakin sering terjadi, dan kejadian hujan semakin banyak ketika kecepatan angin semakin kecil.
| 201953002.1 | K 002 BUR a | My Library (Rak Skripsi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain