Jurnal
CONFIRMATION OF MINOR TSUNAMI IN INDONESIA BASED ON MODELING TECHNIC
Selain tsunami besar yang melanda bagian wilayah Indonesia, tetapi tsunami kecil menjadi masalah serius. Ketidakpastian sistem peringatan dini tsunami dari InaTEWS sering menyebabkan kekacauan. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan konfirmasi tsunami kecil dapat mengubah permukaan laut di sepanjang wilayah pantai dengan membandingkan tide gauge pengamatan dan laporan survey lapangan. Penulis berasumsi bahwa daerah yang signifikan harus memiliki batas minimum untuk mengeluarkan peringatan oleh parameter gempa. Sementara kasus tsunami kecil pada 15 November 2014, di Halmahera dengan magnitude 7,3, kedalaman 48 km di Laut Maluku, hasil pemodelan Jailolo merilis tinggi tsunami maksimum 0,0612 m dan waktu kedatangan 21 menit setelah gempa terjadi. Hasil ketinggian tsunami pemodelan lebih rendah sekitar dari pengamatan karena beberapa faktor seperti kerapatan batimetri
| JURPDFG16014.1 | 551.22 NOP c | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain