Jurnal
IDENTIFIKASI HUJAN ES MENGGUNAKAN RADAR GEMATRONIK (Studi Kasus Surabaya, 9 Desember 2015)
Indonesia merupakan negara maritim yang berada di wilayah equator diapit oleh dua benua dan dua samudra dimana, sehingga memiliki dinamika atmosfer yang kompleks dan unik. Posisinya yang berada di wilayah equator mejadi penerima surplus energi radiasi.
Hujan es pada tanggal 9 Desember 2014 yang dianalisa terjadi sekitar pukul 07.20 UTC sekitar 5- 10 menit. Berdasarkan standar operasional pelaksanaan peringatan dini cuaca ekstrim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan es merupakan fenomena yang wajib dilaporkan dalam peringatan dini cuaca ekstrim. Dari radar cuaca fenomena hujan es dapat dilihat nilai reflektifitas maksimum dan inti sel pusat badai sehingga dapat dilaporkan secepatnya. Nilai Reflektifitas maksiumum pada citra radar C-MAX lebih dari 50 dBz yang menunjukkan adanya kandungan partikel es di dalam awan dan potensi hujan es. Nilai reflektifitas maksimum pada citra radar V-CUT sangat dekat dengan permukaan saat terjadinya hujan es. Sedangkan dari citra SWI menunjukkan adanya pusat badai di dalam awan Cumulonimbus saat kejadian hujan es.
| JURPDFM16198.1 | 551.5 TRE i | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain